Belajar Investasi Bareng APLI INDONESIA



Mungkin masih banyak yang belum pernah mendengar apa itu APLI, yang merupakan singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Sesuai dengan namanya, APLI merupakan wadah tempat perusahaan penjualan langsung berkumpul. Penjualan langsung sendiri memiliki istilah Direct Selling, termasuk model pemasaran Multi Level Marketing (MLM) bernaung. Organisasi APLI ini sudah terdaftar di World Federation of Direct Selling Assosiation (WFDSA).

Sejak kembali aktif di tahun 1992, APLI terus giat menjadi organisasi yang memberikan manfaat positif bagi organisasi mereka khususnya dan masyarakat luas secara umum. Contohnya dengan mengadakan berbagai kegiatan seminar untuk membagikan ilmu dan informasi sesuai dengan trend kebutuhan masyarakat.

Diantara berbagai kegiatan bermanfaat yang diselenggarakan oleh APLI, diantaranya ada APLI Talkshow yang diadakan pada hari Rabu, 15 Desember 2021. Bertajuk “Penerapan Hukum atas Maraknya Investasi Trading di Indonesia”, kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid. Masyarakat dan media dapat mengikuti kegiatan ini secara luring dan daring.

Bukan hanya media, para blogger pun diundang untuk dapat menghadiri APLI Talkshow secara langsung. Nara sumber yang dihadirkan diantaranya ada Brigjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto S.IO, M.H., selaku Direktur TIndak Pindana Ekonomi dan Khusus, Tongam L. Tobing sebagai Ketua Satgas Waspada Indonesia (SWI), serta Indrasari Wisnu Wardhana, S.Kom, M.Si selaku Kepala Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di bawah Kementerian Perdagangan.

Kata “investasi” sendiri memang sedang tren di tengah masyarakat luas, terutama beberapa waktu belakangan ini. Hadirnya pandemi berkepanjangan yang turut memberikan dampak ekonomi, membuat masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya melakukan menata kelola keuangan dan investasi. Sayangnya hal ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang menjebak para awam di bidang investasi. Sehingga banyak yang terjebak dengan investasi tidak resmi/ilegal, atau biasa disebut investasi bodong.

Nara sumber dari Bappebti dan SWI menginformasikan dengan jelas dan lugas dalam APLI Talkshow, agar kita sebagai masyarakat lebih hati-hati dalam melakukan investasi maupun trading. Bahkan kita juga diberikan bekal mengenai ciri-ciri investasi yang mencurigakan dan sebaiknya dihindari. “Jika ada investasi yang memberikan keuntungan dengan nominal atau persentase tetap, itu sudah dapat dipastikan mencurigakan. Karena dalam dunia trading, keuntungan yang didapat tentu saja fluktuatif meskipun menggunakan bntuan robot trading.”, demikian diungkap oleh nara sumber dari Bappebti.

Apakah yang dimaksud dengan robot trading? Robot trading adalah sistem yang menjalankan transaksi saham secara otomatis dengan menggunakan suatu algoritma sehingga pengguna tidak perlu repot memantau pasar saham. Tetapi tetap saja, meskipun menggunakan fasilitas canggih ini, tidak ada kepastian keuntungan yang didapat. Sedangkan modus penjualan robot trading ilegal sering kali menjanjikan keuntungan tetap yang besar, yang tentu saja membuat banyak orang mudah tergiur.




Invetasi ilegal yang tengah booming dan memakan banyak korban saat ini adalah penawaran robot trading dan sistem perekrutan member get member. Hal ini sangat perlu diwaspadai karena pembuat modus investasi ilegal ini berani menampilkan legalitas berupa Surat Izin Penjualan Langsung (SIUPL) di bidang direct selling dengan produk berupa software e-book. Selain dengan pemberian komisi melalui perekrutan anggota (contoh: Dream 4 Freedom, Autogajian, Path of Dream, Sedekah 100), ada juga modus investasi ilegal yang menggunakan skema ponzi dengan modus belanja online seperti JD Union, Alimama Indonesia. Sementara skema piramida dengn modus penjualan ebook diantaranya adalah Komunitas Jempol Preneur, Perpuskita, Duit Bomber, Yayasan Solusi Indonesia Sejahtera dan 2milyard.com.




Tongam L. Tobing juga mengungkap, pemerintah tidak tinggal diam dalam menyikapi tawaran investasi ilegal ini. Sudah banyak perusahaan investasi yang diblokir dan dilarang beroperasi karena tidak memiliki metode investasi yang benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh sebab itu ada baiknya ketika ingin berinvestasi, pastikan terlebih dahulu bahwa perusahaan pemberi layanan tersebut sudah memiliki legalitas dan ijin resmi dari pemerintah. Sehingga jika suatu saat ada kendala yang dihadapi, proses pengaduan kasusnya dapat lebih mudah ditindaklanjuti.

Pihak kepolisian selaku aparat penegak hukum pun tidak pernah tinggal diam. Namun tidak dapat dipungkiri, sudah banyak perusahaan yang diproses secara hukum karena menyalahi peraturan, tetap saja muncul kembali berbagai modus dan nama baru untuk menjaring korban baru di tengah masyarakat. Termasuk memanfaatkan jejaring para anggota perusahaan penjualan langsung.

Tindakan beberapa oknum yang memanfaatkan keberadaan jejaring anggota APLI ini tentu saja akan memberikan dampak buruk jika didiamkan. Oleh karena itulah APLI sebagai wadah resmi yang terdaftar dan diakui secara nasional dan internasional, ikut mengupayakan edukasi investasi yang benar bagi anggotanya dan masyarakat luas. Agar semakin banyak yang benar-benar paham investasi dan tidak tergoda oleh modus investasi bodong yang semakin menjamur.


Post a Comment for "Belajar Investasi Bareng APLI INDONESIA"