Kata “Ghosting” yang Lagi-Lagi Populer

   

Kata “Ghosting” yang Lagi-Lagi Populer

Setelah Google selaku platform search engine yang paling populer dan sering kita pakai merilis rekap kata kunci yang paling banyak digunakan selama tahun 2020, kata “ghosting” lagi-lagi populer. Karena banyak yang terkejut bahwa kata ini menduduki posisi nomor 1 sebagai kata kunci yang paling banyak dicari dalam mesin pencarian Google.

Kata yang memang populer digunakan oleh kalangan muda ini memang tak asing didengar. Karena istilah tersebut sering disebut untuk menggambarkan orang yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Terutama dalam jalinan percintaan.

Tetapi yang membuat kata ghosting lagi-lagi populer bukan hanya karena sering digunakan dalam percakapan. Justru karena masih banyak orang yang tidak memahami artinya dan malu untuk menanyakan langsung. Sehingga mereka yang tidak tahu memilih untuk mengandalkan “Mbah Google” untuk mencari tahu definisi dari kata-kata yang populer.

Mengalahkan pencarian istilah populer lain selama tahun 2020 seperti gabut, WFH, lockdown dan rebahan yang juga mendapat banyak hit di kolom pencarian Google, ghosting memang layak menjadi trending topic. Mengapa? Karena tren konten sosial media dikalangan kaum muda memang seringnya berkaitan dengan relationship dan perasaan.

Hal ini dibuktikan di hampir semua lini media sosial, konten yang berkaitan dengan isu ekspresi perasaan dan relationship mendapat banyak respon dari pengguna jejaring sosial yang melihat. Entah konten itu dibuat oleh para selebgram, influencer maupun orang biasa.

Kalau kita mengecek definisi ghosting menurut Kamus Bahasa Inggris Oxford (Oxford Dictionary), adalah sebuah tindakan untuk mengakhiri sebuah hubungan personal dengan seseorang. Tindakan memutus hubungan ini dilakukan dengan ikut memutus hubungan komunikasi secara tiba-tiba, tanpa penjelasan. Kalau bahasa simpelnya sih, menghilang tanpa kabar.


Duhh, sesedih itu ya ternyata pengertiannya!


Kemajuan teknologi komunikasi memang tidak otomatis membuat kita menjadi lebih mudah mengkomunikasikan sesuatu terhadap orang lain. Terbukti dari banyaknya orang yang merasa menjadi korban ghosting. Entah itu di-ghosting oleh pacar, gebetan atau bahkan calon pembeli, rasanya pasti sama-sama menyebalkan.

Dari terkenalnya istilah yang membuat banyak orang merasa kesal dan kecewa ini, bisa kita petik sebuah pelajaran penting. Bahwa menghilang tanpa kabar bukanlah pilihan yang baik dan justru membuat orang merasa kecewa terhadap kita. Jadi kalau memang merasa hubungan yang berjalan dirasa tidak berhasil, sebaiknya kita diskusikan dengan pasangan kita. Kalau merasa pengajuan atau spesifikasi yang ditawarkan vendor tidak sesuai, tidak ada salahnya kita jujur mengucapkan hal tersebut.

Atau jika kita merasa tidak cocok atau tidak betah dalam berbagai situasi, sebaiknya kita mengutarakan hal tersebut. Coba bayangkan kalau posisinya dibalik, kita yang berharap kemudian harus kecewa karena tiba-tiba tidak ada kabar lanjutan sama sekali.

Semoga tahun di tahun 2021 ada istilah populer lain yang trending tetapi maknanya bisa lebih membahagiakan atau menggambarkan rasa optimis. Jadi tidak membuat banyak orang merasa kecewa.

Post a comment for "Kata “Ghosting” yang Lagi-Lagi Populer"