Mengapa Bill Gates Mampu Meramal Kehadiran Pandemi

 

bill gates tentang pandemic, ramalan bill gates tentang pandemi

Belakangan ini kemajuan teknologi memang mengalami lompatan yang begitu besar. Salah satu produk teknologi yang memberikan banyak kejutan bagi masyarakat adalah teknologi dalam menciptakan sesuatu yang artifisial. Banyak perusahaan teknologi berlomba-lomba menciptakan sesuatu secara artifisial yang sebelumnya belum berhasil dilakukan oleh perusahaan lain.

Arti dari kata artifisial sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah tidak alami/ buatan. Jadi, yang dimaksud dalam teknologi artifisial disini adalah kemampuan untuk membuat tiruan yang benar-benar mirip dengan aslinya. Contohnya adalah teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang biasa disingkat AI, teknologi ini kerap kali membuat tiruan pola kerja otak manusia mengenai satu atau beberapa hal. Contohnya adalah AI yang dapat memprediksi emosi seseorang berdasarkan kumpulan data foto atau video.


Salah satu hasil teknologi kecerdasan artifisial yang paling mengejutkan masyarakat dunia adalah ketika Bill Gates pada tahun 2018 mengumumkan bahwa seluruh negara harus bersiap-siap akan hadirnya pandemi di masa depan. Dan mengejutkannya, hal yang sudah ia ramalkan benar-benar terjadi di tahun berikutnya, tepatnya pada medio akhir 2019.

Banyak rumor yang menyebar dan mengasumsikan bahwa Bill Gates mengambil keuntungan dari keberadaan pandemi yang telah diramalkannya. Padahal yang diucapkan olehnya adalah hasil analisis data kesehatan seluruh dunia yang dilakukan oleh tim yang peneliti yang selama ini didanai oleh dirinya sendiri.

Sedikit menarik sejarah ke belakang, hampir seluruh dunia tahu bahwa Bill Gates merupakan sosok jenius di bidang teknologi. Setelah merasa cukup untuk mengurus perusahaan yang didirikannya, kini ia bersama istrinya lebih memilih fokus pada kegiatan filantropi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan.

Salah satu hal yang dilakukan oleh Bill Gates di bidang kesehatan adalah dengan menciptakan kecerdasan artifisial yang dapat menganalisa seluruh data kesehatan. Termasuk data kehadiran wabah di seluruh dunia yang selama ini pernah terjadi. Kecerdasan buatan yang dibentuk dengan mengkolaborasikan teknologi dan para peneliti kesehatan ini, akhirnya membuahkan hasil.

Selain meneliti data untuk masa depan kesehatan masyarakat di negara tertinggal agar dapat lebih baik, kecerdasan artifisial buatan Bill Gates justru mampu meramal wabah di masa depan. Hal ini yang dahulu banyak disepelekan oleh orang banyak, tetapi kini berbalik terkejut karena ramalan yang dulu diucapkannya menjadi kenyataan.

Bukan hanya urusan pandemi, kecerdasan artifisial sudah memberikan banyak kontribusi bagi bidang kesehatan. Teknologi robot untuk menganalisa dan melakukan operasi semakin akurat dan dilakukan dari jarak jauh, merupakan salah satu contohnya. Selain itu, harapan sembuh bagi para pengidap kanker dan tumor pun semakin meningkat. Algoritma pemrograman yang diciptakan berkat bantuan teknologi, kini semakin memberikan banyak keuntungan bagi kita di bidang kesehatan.


Yang perlu kita ingat, kecerdasan artifisial ini mulai memberikan dampak di berbagai aspek kehidupan. Kebanyakan dari teknologi tersebut memang menguntungkan, tetapi juga memiliki efek negatif. Salah satunya adalah semakin terkikisnya keberadaan manusia dalam mengerjakan sesuatu. Karena teknologi perlahan-lahan menggantikan keahlian manusia di berbagai bidang. Salah satunya yang dapat kita lihat sendiri, bagaimana fungsi meramalkan masa depan kini dapat dilakukan oleh teknologi.


Post a comment for "Mengapa Bill Gates Mampu Meramal Kehadiran Pandemi"