Benarkah Media Sosial Sumber Toxic Yang Membahayakan Jiwa?


Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental

Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental khususnya para remaja, memang menjadi sebuah pertanyaan dan tingkat kecemasan para orang tua. Seiring berkembangnya teknologi, begitu halnya juga dengan media sosial. Dengan penambahan fitur dan pengguna, banyak orang yang semakin betah untuk berlama-lama mengaksesnya. Tetapi ada fakta pahit atau dampak media sosial  di kancah dunia maya ini.

Berawal dari niat untuk mempermudah manusia dalam berkomunikasi dan bersosialisasi tanpa terhambat batas dan waktu, banyak orang yang sudah ditolong oleh manfaat media sosial dan berbagai platform media sosial yang dapat diakses semua orang secara gratis.

Katakanlah kembali mempertemukan sanak-saudara atau bahkan anak dan orang tua yang sudah bertahun lamanya terpisah. Cerita ini bukan isapan jempol. Karena sudah banyak kasus nyata yang akhirnya diangkat ke media dan menjadi sorotan.

Begitu juga dengan peluang, banyak peluang rejeki yang bisa kita tangkap. Yaa, yang paling mudah tentu saja dengan memajang barang dagangan kamu di akun yang kamu miliki, disertai keterangan yang jelas tentunya. Berawal dari iseng-iseng, akhirnya banyak sekali yang memilih untuk serius menggeluti bidang berjualan. Lagi-lagi berkat media sosial.

Unjuk prestasi dan kemampuan? Ya menggunakan media sosial juga menjadi pilihan utama paling praktis. Hasil karya dan kemampuan kamu akan dilihat oleh lebih banyak orang dibanding hanya kamu simpan sendiri. Dan lagi-lagi, dari sini ada peluang rejeki yang bisa kamu dapatkan. Melalui orang-orang yang membeli hasil karya kamu atau dengan bentuk ajakan untuk bekerjasama lainnya.

Tetapi, mengapa media sosial semakin lama semakin dipandang sebagai sumber toxic? Hello, toxic itu ada dimana-mana lohh… Bedanya, di media sosial hal ini menjadi sorotan. Coba saja kamu perhatikan lingkungan sekitar atau tempat yang biasa kamu kunjungi, apakah ada perilaku toxic di sana? Jawabannya jelas iya. Hanya saja, kita tidak sempat melihat mereka melakukan hal toxic di dunia nyata.

Banyaknya jumlah orang yang mengakses dan kecanduan media sosial atau istilah kerennya medsos membuat sebagian dari mereka bebas melontarkan komentar "miring". Karena mereka berasumsi: "ahh, mereka gak kenal gue ini", atau "pake akun palsu ahh, biar aman". Atau mengunggah konten yang tidak berfaedah dan kurang mendidik. Sebenarnya, hal ini juga banyak dilakukan di dunia nyata loh. Bedanya, medsos mempermudah kita untuk mengakses berbagai informasi lebih cepat di dunia maya. Termasuk informasi negatif.

Jadi toxic itu sebenarnya bersumber dari manusianya sendiri, bukan salah platform medsos-nya. Terlalu banyak mengakses media sosial tentu juga menjadi penyebab kamu mudah terpapar berbagai macam perilaku toxic. Apalagi kalau kamu belum mampu untuk menyaring informasi dan konten mana saja yang sebenarnya aman untuk dikonsumsi.

Sama halnya ketika kamu datang ke sebuah restoran. Semua menu tersaji dan tidak ada petugas yang akan melarang kamu untuk memilih menu yang telah dipilih. Tetapi rupanya ada makanan yang akan membuat kamu sakit perut, jantung berdebar kencang, bahkan harus terpaksa dirawat di rumah sakit. Jadi, benarkah media sosial merupakan sumber toxic yang membahayakan jiwa? Jawabannya tergantung pada diri kamu sendiri.

Post a comment for "Benarkah Media Sosial Sumber Toxic Yang Membahayakan Jiwa?"