Ternyata Jakarta berkaitan erat dengan suku Bugis

jakarta berkaitan dengan suku bugis, suku bugis di jakarta

Benarkah bahwa ternyata Jakarta berkaitan erat dengan suku Bugis? Ahh, apakah ini clickbait? Selama ini kan kita semua sudah tahu bahwa warga asli Jakarta merupakan suku Betawi. Lagipula mayoritas pendatang di Jakarta juga berasal dari penghuni Pulau Jawa. Lantas, bagaimana bisa berkaitan erat dengan suku Bugis?

Pertama, perlu kita ketahui bahwa jumlah warga Bugis yang berada di Jakarta ternyata dua kali lipat lebih banyak dibanding provinsi tetangganya, Jawa Barat. Berdasarkan data sensus pada tahun 2010 saja, ada 68.227 jiwa di Jakarta dan di Jawa Barat hanya ada 34.548 jiwa. Nah, ini yang menarik. Kita seringkali lupa bahwa Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang merupakan ibukota negara, terdiri dari 5 kota dan 1 kabupaten. Satu-satunya kabupaten yang menjadi bagian dari Jakarta yang dimaksud adalah Kepulauan Seribu.

Selain letaknya terpisah dari Pulau Jawa, Kepulauan Seribu memiliki banyak hal dominan yang tak banyak dijumpai di bagian lain di Jakarta. Bahkan sebenarnya, cenderung sulit. Hal dominan yang paling berbeda antara Kepulauan Seribu dengan kota-kota lain di Jakarta adalah suku mayoritas. Dapat dikatakan bahwa hampir semua pulau penduduk di gugusan Kepulauan Seribu memiliki darah keturunan yang berasal dari Suku Bugis. Bahasa sehari-hari yang mereka gunakan pun penuh dengan kata serapan dari bahasa daerah suku Bugis. Bahkan di beberapa pulau penduduk, seluruh tradisi yang mereka lakukan masih sangat kental dengan budaya Bugis.

Bagi yang belum tahu, penduduk Kepulauan Seribu sudah biasa disebut orang Pulo. Dan kalau ditanya soal penduduk asli Kepulauan Seribu, maka jawabannya adalah tidak ada. Karena seluruh penduduk di gugusan pulau ini adalah pendatang yang mayoritas berasal dari Sulawesi. Kebanyakan berawal dari kegiatan melaut yang terlalu jauh, sehingga mereka terdampar dan memilih untuk menetap di deretan pulau-pulau kecil ini.

Mengapa suku Bugis bisa menjadi suku mayoritas di sini? Karena sudah sejak lama masyarakat mereka terkenal akan profesi dan keahlian dalam mengarungi laut. Entah itu untuk menangkap ikan maupun perihal produksi kapal. Kalian tentu pernah dengar Perahu Pinisi yang terkenal itu bukan? Ya, perahu tersebut merupakan ikon kehidupan masyarakat Bugis dan Makassar yang sangat berkaitan dengan laut.

Balik lagi mengenai kaitan erat dan dominasi suku Bugis di Kepulauan Seribu. Bahkan ada sebuah pulau yang letaknya paling menjorok ke Selat Sunda bernama Pulau Sebira. Pulau ini dipersiapkan sebagai "Kampung Wisata Bugis". Mulai dari bahasa yang digunakan sehari-hari, mata pencaharian utama, prosesi pernikahan hingga rumah adat pun semuanya benar-benar masih didominasi oleh seluruh nilai kebudayaan Bugis.


Mari kita doakan semoga potensi wisata kebudayaan suku Bugis di Kepulauan Seribu dapat menarik perhatian wisatawan serta meningkatkan jumlah pengunjung serta jumlah pendapatan. Sekarang kalian sudah paham kan mengapa keberadaan Jakarta ternyata memang berkaitan dengan suku Bugis.

Post a comment for "Ternyata Jakarta berkaitan erat dengan suku Bugis"